kenapa anda mendaki sebuah gunung, jawaban sederhananya adalah karena gunung itu ada disana, ya.. ada disana bisa untuk didaki atau bisa juga hanya untuk dipandang saja, sama halnya ketika ada yang mempertanyakan kenapa anda pergi ke suatu tempat tujuan tertentu, tidak akan mendapat jawabannya sampai anda sendiri merasakan berada di tempat tujuan tersebut.
rasa ketertarikan adalah salah satu yang mempengaruhi kenapa seseorang itu memutuskan untuk pergi ke suatu tempat dimana jika ia sudah berhasil merasakan berada disana dan merasa tertarik maka tempat itu terus saja memanggil untuk didatangi karena ketertarikannya sudah tertinggal disana, tak akan habis untuk dibawa pulang..
banyak tempat di negeri ini yang menghadirkan pesonanya yang unik, teater alamnya yang menyuguhkan kejujuran serta keindahan sudut pandang yang menakjubkan, ini hanya soal pilihan saja akan kemana kaki anda dilangkahkan, tidak harus ke gunung, hutan atau pantai, mungkin saja ketertarikan anda ada pada saat berkunjung ke pusat perbelanjaan atau tempat-tempat lain di belahan pelosok dunia, kita tak akan pernah tahu sampai keinginan memberitahu bahwa ada rasa suka atau tertarik yang melandasi kenapa anda menuju tempat itu.
ketertarikan saya kali ini tertuju pada gunung slamet (3432 m dpl) yang terletak di perbatasan kabupaten purbalingga dekat kota purwokerto propinsi njowo mbagian tengah sana
lalu kenapa saya ke gunung slamet..
pertama karena slamet berarti selamat, jadi sebuah gunung yang jika didaki akan membawa keselamatan, weleh-weleh masa seeh..atau brarti juga gunung yang aman di daki, aih..aih capa bilang..mungkin si untung kalee yang sering bilang “untung selamet” sudah beruntung selamat pula..
kedua karena gunung ini merupakan gunung tertinggi di jawa tengah sehingga bisa memandang gunung sindoro dan sumbing dari sudut terindah yang juga masuk ke dalam rangkaian route klasik triple S (slamet,sindoro,sumbing)
dan juga..
disana ada mentari pagi yang menyembul dengan malu-malu
awannya bagai permadani lembut yang menghampar anggun
jingga dan merah saga berpegangan erat memanggil terbit
hingga mentari menghangat menyinari cerah
menghadirkan pagi yang sempurna untukku..
ada pucuk daun ranum dan bunga edelweis yang putih tersenyum
selalu memanggilku untuk kembali menyentuhnya
dan..
kutinggalkan sejuta ketertarikan disana
yang suatu saat akan kuambil lagi nanti...







