Pages

Tampilkan postingan dengan label hawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hawa. Tampilkan semua postingan

19 Maret 2009

Happy Birthday to you


Buat kamu yang sedang diingatkan oleh roda usia yang perlahan terus bergerak meninggalkan menuju tempatnya berawal mula...
Dalam renungan makna hari kelahiran...

Selamat ya untuk kesuksesan dan kebahagiaan
Yang selalu teruntai dalam doaku kepadaNya...

Tetaplah menyukai merah, hijau dan putih...

Merah

Merah menyala seperti gigih yang kamu gelorakan
Merah merona bukan seperti gincu tetapi merona dalam kata-kata
Kalau ada seteguk yang bisa kuminum itu adalah anggur merah dari dahagamu
Dahaga yang memberi segar di keceriaan dan tawa riang di ruang waktu
Suatu saat kala ku duduk di sofa merah itu, tak terasa seperti sendiri...
Karena kamu melipat hangat dalam rengkuh yang abadi

Hijau

Bagaikan embun yang bergulir pada rumput yang menghijau
Sesegar hijau daun yang baru tumbuh
Bukankah savana itu seluas hijau menghampar,
Begitu pula cara pandangmu menyambut tunas-tunas pertemanan

Putih

Putih itu suci, sama halnya dengan niat baikmu
Tak mudah dipengaruhi yang tak baik karena ketulusan kuat melindungi
Menjaganya seperti malaikat yang bersayap putih
Terbang diantara putih kapas awan berarak

Kamu adalah cerita indah...

Bertutur lembut seperti sinar cahaya
Menggambar riang, menghibur kesenduan
Mendatangkan ceria di kesepian
Mengirim tawa dengan pecicilmu

happy march 19... :)

08 Maret 2009

ketika sedih datang menghampiri


Untuk yang sedang dihampiri kesedihan disana...

Adakalanya keyakinan dan percaya diri membuncah di tubuh ini dengan hebatnya tetapi dengan sekali gemuruh kemudian langsung tergelincir oleh sang badai kesedihan yang datang menggelegar, entah terbuat dari apakah kekuatan pilu itu sampai-sampai derai bisa terurai dengan derasnya seperti rinai air terjun.

Tak ada pertahanan yang kuat untuk suatu rasa, yang ada hanya pilar-pilar keyakinan dimana tangan kasih sayang memegang erat dengan genggaman kokoh, tetapi selalu saja badai yang satu itu senantiasa bisa meruntuhkannya, memporakporandakan pertahanan yang dibangun dari serpihan cinta yang bertebaran tak beraturan, yang salah satunya terbentuk dari kepingan-kepingan harapan dan mengalir ke dalam bejana yang berbentuk hati.

Sedih dan gembira itu menempel pada satu keping yang sama, hembusan nafaslah yang membawanya berputar untuk kemudian berhenti dan diam tergeletak pada hamparan takdir, dimana yang akan diperlihatkan hanya satu sisinya saja untuk diterima dan di hadapi, janganlah berhenti menghembuskan bangkit, asa dan kekuatan untuk terus yakin bahwa badai itu hanyalah sebuah ujian yang bisa datang sewaktu-waktu tetapi tanpa kita ketahui kapannya.

Aku hanya mencoret kata untuk kusampaikan pada sedih agar segera beranjak pergi jika sudah selesai bertamu...

Big Girl Don’t Cry...
begitu kan kata Fergie

dan kembalilah tersenyum manis
itu pintaku...

22 Januari 2009

gadis hujan (2)

aku tak ragu jika ia begitu menikmati terjangan hujan
gadis bermantel hujan itu
membonceng kuda besi yang selalu dicelanya
mengelilingi padat kota menembus kemacetan
memilih jalan yang berlubang
karena sensasi cipratannya membuat hatinya bersuka cita
lalu terdengar suara lain selain deru mesin
suara aneh seperti terkena terpaan angin
ah...ternyata berasal dari kantong plastik kresek
plastik kresek yang membalut di kakinya
membungkus sepatu barunya :D

06 Januari 2009

lavender girl


yang melalap edelweis selezat daun singkong
berteman dengan kata-kata indah
bersahabat dengan tulisan mengalir berirama
irama dari sulur-sulur hati bersihnya

hujan adalah nama tengahnya
penikmat yang baik dalam menelusur perut bumi
menyukai jejak sejarah para leluhur
hingga berpose nyaris berpadu serasi dengan arca-arca itu
atau menjelma seperti reruntuhan purbakala yang bernilai tinggi

mengkitik-kitik dengan galaknya
semakin galak semakin menggelitik tawa
senyum manisnya menggoda di kerinduan
pantas saja kalau ia menghantui banyak kaum adam...

pic from here

02 Januari 2009

kamu terkapar lagi disana...


seperti ingin mengejar sesuatu
atau seperti dikejar sesuatu
ingin memberikan sebuah warna
yang sudah lama dipersiapkannya
tetapi masih pias yang tertoreh

ditaklukkan oleh sebuah gelombang besar bernama tanggung jawab, mendorongnya dengan arus yang sangat kuat, tak kuasa membendung, terbawalah kamu oleh arus kesibukan itu...

entah dedemit apa lagi yang berhasil menutupinya dari segala pemenuhan hak tubuh yang semakin dilupakan dan terbengkalai, dalihnya hasrat membara, kembali kamu abaikan hak tubuh yang terus menjerit itu, bahkan dengan menambah beban lelah yang berlipat-lipat dengan memacu menapak di terjal dan curamnya pegunungan tropis, anak badai kamu lawan, beruntunglah ia tak memanggil sang ayah badai, saat ini kan musim penghujan, kamu tahu itu, sang ayah badai terkadang datang tanpa dipanggil, membawa serta sang ibu hipotermia, ibu tiri yang mematikan...

tetapi apa daya ada film lama yang ingin kamu putar rupanya, lengkap bersama popcorn kenangan dan segelas sisa-sisa kehangatan wedang nostalgia yang siap menemani...

hak tubuh itu kini tak lagi menjerit, tetapi mengambil alih dengan paksa dan hasilnya terkaparlah kamu dengan manisnya, hehehe... emang masih manis kah dirimu jika sedang terkapar ;)

11 November 2008

selalu disana


padang savana menari di hijau yang memanggil
melambai bersama angin yang akan mengantar pada rinai
di kehangatan yang merangkul di sinar mentari
di mekarnya hamparan kelopak bunga

sambutlah musim semi yang datang itu
rasakan keindahan yang ditumbuhkan
di antara keajaiban dan warna-warna yang berpadu serasi
yang akan memberimu sebuah pohon kehidupan terbaik
jagalah kekuatan putihnya, sirami dengan cinta yang banyak
niscaya akan tumbuh pucuk-pucuk daun baru yang mempesona
yang menunggu untuk dirangkai di halaman hatimu

senangnya melihat bunga rumput kini
ketika do'a kebahagiaan yang kupanjatkan itu
kemarin dulu di tepian awan, masih ingatkah kamu...
semoga menjadi jawab dariMu Tuhan...

dan kini lihatlah atap yang menaungi segala bumi yang berpijak
menatap dengan lembut dan sekuat asa memberi biru untukmu
karena memang tempatku di tahta luas
karena aku akan selalu disana...

27 Agustus 2008

memetik bintang

kamulah malamku
yang datang sehalus sutra bercorak pekat
sedingin hembusan angin kerinduan yang menyertai
lembut menyapa menaungi kesepianku

lalu taburan bintang ikut menghias di latarmu
menawarkan cahaya putih ketulusan terdalam
pandangilah pijarnya, ada keceriaan disana
dan semua kerlip itu tak hentinya bergantian berkedip
menghadirkan paduan terang selaras simfoni yang bertutur

jikapun kejora adalah bintang terjauh
namun ia bercahaya paling terang
akan kupetik satu untuk kusematkan di ruang hatimu
agar bisa menerangi jalanku yang bernyala redup

18 Agustus 2008

Rembulan tak sepucat yang kau kira



Seperti lampion keajaiban yang melayang di atas langit malam
Adakah yang menyamai kelembutan cahayanya itu
Terangnya berhasil merengkuh diriku
Terpampang anggun diluasnya hening gelap

Rembulan tak sepucat yang kau kira dan matahari pun tak selalu menghangatkan
Aku hanya belajar dari mereka, karena mereka itu adalah kesetiaan abadi
Senantiasa menerangi malam, mewarnai pagi, memberi cerah kepada siang, dan melukis temaram untuk sore
Selalu ada saat dibutuhkan, selalu disana walau dihiraukan

Hitunglah sesekali rasi bintang terindah pilihanmu sendiri, niscaya akan kamu saksikan diantaranya sebuah bintang jatuh
Pastikan hitungan itu berjumlah tidak sama tiap malamnya karena persembahan kerlipnya menyuguhkan sebuah tatapan yang bercerita

Sesungguhnya bintang jatuh itu adalah sebuah pesan rahasia untukmu dan rembulan itu menjadi saksinya…

05 Agustus 2008

buat yang sedang terkapar disana

photo from here


Seekor merpati putih yang cantik sedang gelisah dalam kesakitannya, salah satu kaki jenjangnya mengalami sedikit luka, ia tak bisa terbang sesukanya seperti sediakala, melintasi tempat-tempat terindah, melayang di atas keajaiban panorama alam, bertengger manis di dahan-dahan pohon, menyambangi wangi pucuk-pucuk daun yang baru tumbuh.

Sesungguhnya ia ingin keluar dari penjara bosan itu dimana rasa penat mulai mengkungkung pergerakannya, keluh kesah akan cepat tercipta di dalam suasana sangkar ketidakbetahan yang kini menghinggapi sang dewi terbang.

Abad kebosanan, itukah yang kamu rasakan, jangan kau hitung rentang yang berdetak itu karena akan terasa sangat lama, carilah yang bisa membunuh waktu dan mempercepat penantian, kamu pasti bisa menemukannya, sangat bisa, bahkan kulihat sudah kamu selami sendiri hatimu, temukanlah kebeningan disana, setenang air, selembut mega, jika sempat kamu juga bisa menyentuhnya di fatamorgana.

Mensyukuri musibah itu bagus tepatnya menemukan hikmah dibaliknya karena memang bukan hanya kelapangan saja yang harus disyukuri. Bukankah selalu ada hikmah dalam setiap kejadian, kuharap kamu sudah menggenggamnya.

Kalau sudah sembuh silahkan berpecicilan lagi ya, karena pecicilan itu hanya ungkap rasa koq, asalnya kan dari antusias keceriaan yang kamu rasakan, biarlah tertuang lepas di ekspresi tingkah laku, asal lebih hati-hati saja lain kali agar tidak terjadi more little accident…

27 Juli 2008

Gadis Hujan


Hujan membawa banyak inspirasi, kamu begitu menyukai sekali akan hujan, begitu katamu, banyak sudah hujan yang datang, dari yang hanya rintik gerimis hingga deras yang sangat keras, semua hujan itu telah membawa pesannya masing-masing untukmu, adakalanya membasuh hati yang kering, memberikan kesejukan, adakalanya pula datang dengan deras yang menyapu secara kejam.

Silih berganti butiran-butiran indah itu mendatangi dirimu, kamu selalu menunggunya, kamu juga sangat menikmati dan memaknai apapun pesan yang dibawa serta dalam hujan yang datang itu, aku melihatmu di batas cakrawala, seperti biasa, menanti kesejukkan dan untaian hikmah yang tertuang di guliran air kebeningan itu, benarkah kamu ingin menyambutnya bersamaku di dalam irama rinainya? ah senangnya jika itu benar…

22 Juli 2008

Hanya seseorang dari kaum Hawa


Ia tak ubahnya seperti kebanyakan kaum hawa lainnya, mewarisi sifat-sifat air, keibuan dan sisi feminim tentunya, begitulah ia bercerita dari penggalan-penggalan memori yang coba ingin ia hapuskan, membaginya dengan seluruh curahan yang dirasakannya. Ia hanya seorang manusia biasa yang tak luput dari kerapuhan dan ketidaksempurnaan, tetapi juga ia adalah seorang yang memiliki ketulusan yang teramat putih serta jiwa yang besar. Entah sudah berapa kali rasa sakit menghinggap di hatinya, tetapi hati itu tetap tidak berhenti untuk memberikan cinta yang sangat banyak kepada siapapun yang memang layak untuk dicintainya, sekalipun terhadap orang yang telah menyakitinya, ah...betapa mulianya rasa itu, tidak semua orang memilikinya…

Saat ini ia kembali menelusuri jalan hidupnya, menembus lorong-lorong diantara kegembiraan dan kesedihan yang setiap saat bisa hinggap mengiringi langkahnya, aku selalu mendo’akan dan sangat berharap semoga banyak kebahagiaan yang akan menyertainya, jangan lagi kesakitan-kesakitan itu yang datang. Tidakkah Kau berikan balasan terbaikMu Tuhan untuk orang seperti dia, dimana kebaikan yang selalu dibawanya serta setiap saat dalam mengarungi hidupnya yang penuh warna ini. aku tahu Engkau telah mempersiapkannya dengan sangat baik, biarlah tetap menjadi rahasiaMu yang suatu saat nanti Kau tahu persis kapan akan Kau berikan kepanya.

aku telah melihat bunga rumput itu, berharap agar tetap berada disana diantara hijaunya padang savana yang indah membentang, berharap tidak akan ada lagi yang ingin mencerabutnya dari tanah atau menginjaknya dengan keras, ia ingin tumbuh alami bersama bunga rumput yang lain, bersama kembali memancarkan kelopak indahnya yang seperti sayap bidadari, kembali menari bersama matahari ditemani sang angin dan langit cerah yang membiru…