Pages

18 Agustus 2008

Rembulan tak sepucat yang kau kira



Seperti lampion keajaiban yang melayang di atas langit malam
Adakah yang menyamai kelembutan cahayanya itu
Terangnya berhasil merengkuh diriku
Terpampang anggun diluasnya hening gelap

Rembulan tak sepucat yang kau kira dan matahari pun tak selalu menghangatkan
Aku hanya belajar dari mereka, karena mereka itu adalah kesetiaan abadi
Senantiasa menerangi malam, mewarnai pagi, memberi cerah kepada siang, dan melukis temaram untuk sore
Selalu ada saat dibutuhkan, selalu disana walau dihiraukan

Hitunglah sesekali rasi bintang terindah pilihanmu sendiri, niscaya akan kamu saksikan diantaranya sebuah bintang jatuh
Pastikan hitungan itu berjumlah tidak sama tiap malamnya karena persembahan kerlipnya menyuguhkan sebuah tatapan yang bercerita

Sesungguhnya bintang jatuh itu adalah sebuah pesan rahasia untukmu dan rembulan itu menjadi saksinya…

13 komentar:

koekoeh mengatakan...

definitely beautiful words...
keep up the good mood, bro!

cerita senja mengatakan...

waw, bung. kali ini aku tak bisa berkatakata

paduan tulisan ma foto...great!

uNieQ mengatakan...

iya mas, rembulan itu kini ga pucat lagi, soalnya udah pake pelembab yang ada efek merah meronanya hehehhehe

*ngaco mode on*

tp klo niyh puisi *eh puisi ato apa niyh mas* buat cc.. so sweet banged deh! heheheh

Enno mengatakan...

mas, ini tulisanmu yang terindah... makasih :)

Elsa mengatakan...

kadang, kita tidak bisa mengerti rahasia yang disampaikan bintang. gak bisa memahaminya gitu....
gimana dong!

apa itu artinya ... bodoh? atau hanya kurang peka?

Nandien mengatakan...

shoot d moon,,,if u fall at least you're falling among d star :)

-puisinya bagus kak-

^^salam kenal^^

si dede jadul punya mengatakan...

jadi, kita bs make a wish ke bintang jatuh ato ke rembulan nih mas?
wakakakakak..

hari Lazuardi mengatakan...

@ koekoeh :
Yeah… hope for good mood everytime… thanks for the spirit

@ winda :
Teruslah menari dalam tiap ruang mozaik di lukisan temaram, nanti akan tersusun dengan sendirinya sebuah panorama jingga terindah yang kamu nantikan…

@ uNieQ :
Pelembab dengan efek rona memerah, itu kan penghias bersifat sementara, bagaimana jika pancaran alami dari dalam yang bersifat permanent…

@ enno :
Tulisanmu jauh lebih indah… :)

@ elsa :
Keindahan terkadang tidak selamanya harus dimengerti, nikmati saja dengan pemahaman yang paling sederhana sekalipun, sesungguhnya perasaan yang tercipta saat itu sudah menjelaskan…

@ nandien :
Jatuh diantara bintang-bintang itu sama halnya dengan merebahkan tubuh ini pada sebuah padang rumput yang luas menghijau, menghampar seperti bintang yang bertebaran…

@ dede :
make a wish ya seperti biasa hanya kepada Allah SWT...

dee mengatakan...

alam emang penuh misteri..
klo ingin mengerti suara alam, sudah saatnya kita membuka mata..

kapan ya sy bs liat bintang jatuh..

siwi mengatakan...

ehmm..
bagus.. :)

hari Lazuardi mengatakan...

@ dee :
buka mata, buka hati, buka jendela dan tunggulah di angkasa malam...

@ siwi :
ehmm... makasih :)

namaku wendy mengatakan...

yah mas cape kali ngitunginnya, bantuin yah hehehe
bulan & bintang menjadi saksi... ehehehe;p

hari Lazuardi mengatakan...

@ wendy :
wah seperti di Tempat Pemilu saja pakai saksi segala, serahkan saja pada perhitungan cepat alias Quick Count... :)