Pages

05 Agustus 2008

buat yang sedang terkapar disana

photo from here


Seekor merpati putih yang cantik sedang gelisah dalam kesakitannya, salah satu kaki jenjangnya mengalami sedikit luka, ia tak bisa terbang sesukanya seperti sediakala, melintasi tempat-tempat terindah, melayang di atas keajaiban panorama alam, bertengger manis di dahan-dahan pohon, menyambangi wangi pucuk-pucuk daun yang baru tumbuh.

Sesungguhnya ia ingin keluar dari penjara bosan itu dimana rasa penat mulai mengkungkung pergerakannya, keluh kesah akan cepat tercipta di dalam suasana sangkar ketidakbetahan yang kini menghinggapi sang dewi terbang.

Abad kebosanan, itukah yang kamu rasakan, jangan kau hitung rentang yang berdetak itu karena akan terasa sangat lama, carilah yang bisa membunuh waktu dan mempercepat penantian, kamu pasti bisa menemukannya, sangat bisa, bahkan kulihat sudah kamu selami sendiri hatimu, temukanlah kebeningan disana, setenang air, selembut mega, jika sempat kamu juga bisa menyentuhnya di fatamorgana.

Mensyukuri musibah itu bagus tepatnya menemukan hikmah dibaliknya karena memang bukan hanya kelapangan saja yang harus disyukuri. Bukankah selalu ada hikmah dalam setiap kejadian, kuharap kamu sudah menggenggamnya.

Kalau sudah sembuh silahkan berpecicilan lagi ya, karena pecicilan itu hanya ungkap rasa koq, asalnya kan dari antusias keceriaan yang kamu rasakan, biarlah tertuang lepas di ekspresi tingkah laku, asal lebih hati-hati saja lain kali agar tidak terjadi more little accident…

8 komentar:

namaku wendy mengatakan...

kesempatan utk mendekatkan diri dg Sang Pencipta:)

cerita senja mengatakan...

wah, keren nih bung tulisanmu

Enno mengatakan...

Ahahaha...ternyata luka kaki tidak menghilangkan pecicilannya :D

hari Lazuardi mengatakan...

@ wendy :
Seperti ditegur secara halus oleh Sang Pencipta…

@ winda :
matur suwun, tulisanmu juga mbagus dan bijak

@ enno :
kalau hilang pecicilannya jadi ngak manis lagi :P

si dede jadul punya mengatakan...

mas..
RALAT:
itu bukan burung merpati..
tapi jalak bali!

uNieQ mengatakan...

makasih ya mas... tau aja cc lagi terkapar, iksss cc jadi terharu.. indah sekali untaian kata²nya...

*GR mode on* hehehhehehe

empe mengatakan...

hehehehe

kalo si mbok mah, biar patah tulang juga ttp aja... pecicilan

ya ga mbok?!!

*ngacir sebelum timpuk

hari Lazuardi mengatakan...

@ dede :
Iyah dech yang pakar burung burungan, wong cuma ilustrasi neng, abis merpatinya masih pada piyik piyik lagian juga pada blom mandi, masih kucel…ngak keceh buat di poto

@ uNieQ :
he.he.he. terkapar dan terharu… asal jangan termehek mehek aja ya

@ empe :
wakakakakkk… si mbok.. si mbok..