Pages

22 Juli 2008

Hanya seseorang dari kaum Hawa


Ia tak ubahnya seperti kebanyakan kaum hawa lainnya, mewarisi sifat-sifat air, keibuan dan sisi feminim tentunya, begitulah ia bercerita dari penggalan-penggalan memori yang coba ingin ia hapuskan, membaginya dengan seluruh curahan yang dirasakannya. Ia hanya seorang manusia biasa yang tak luput dari kerapuhan dan ketidaksempurnaan, tetapi juga ia adalah seorang yang memiliki ketulusan yang teramat putih serta jiwa yang besar. Entah sudah berapa kali rasa sakit menghinggap di hatinya, tetapi hati itu tetap tidak berhenti untuk memberikan cinta yang sangat banyak kepada siapapun yang memang layak untuk dicintainya, sekalipun terhadap orang yang telah menyakitinya, ah...betapa mulianya rasa itu, tidak semua orang memilikinya…

Saat ini ia kembali menelusuri jalan hidupnya, menembus lorong-lorong diantara kegembiraan dan kesedihan yang setiap saat bisa hinggap mengiringi langkahnya, aku selalu mendo’akan dan sangat berharap semoga banyak kebahagiaan yang akan menyertainya, jangan lagi kesakitan-kesakitan itu yang datang. Tidakkah Kau berikan balasan terbaikMu Tuhan untuk orang seperti dia, dimana kebaikan yang selalu dibawanya serta setiap saat dalam mengarungi hidupnya yang penuh warna ini. aku tahu Engkau telah mempersiapkannya dengan sangat baik, biarlah tetap menjadi rahasiaMu yang suatu saat nanti Kau tahu persis kapan akan Kau berikan kepanya.

aku telah melihat bunga rumput itu, berharap agar tetap berada disana diantara hijaunya padang savana yang indah membentang, berharap tidak akan ada lagi yang ingin mencerabutnya dari tanah atau menginjaknya dengan keras, ia ingin tumbuh alami bersama bunga rumput yang lain, bersama kembali memancarkan kelopak indahnya yang seperti sayap bidadari, kembali menari bersama matahari ditemani sang angin dan langit cerah yang membiru…

11 komentar:

dee mengatakan...

ia itu siapa mas..?
kembang rumput yg tertiup angin?

cerita senja mengatakan...

hmm...so suit sekali

Enno mengatakan...

hey... indah :)
Dan kunang-kunang sudi singgah di antara kelopaknya yang berdansa bersama angin...?

namaku wendy mengatakan...

keren euy, wen jadi inget sama mama di rumah, jadi kangen..:)

uNieQ mengatakan...

hm hm siapa tuyh?? indah sekali untaian kata2nya..

hari Lazuardi mengatakan...

@ dee :
Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang he.he.he

@ winda :
suit.. suit.. lamat-lamat kudengar juga orang bersiul :)

@ enno :
Cahaya kunang-kunang tak akan terlihat kala matahari bersinar, tetapi langit akan menggantikan persinggahan itu karena ia bertugas menaungi segala keindahan yang ada di bawahnya…

@ wendy :
Kangen sama mama, itu baru keren wen… :)

@ uNieQ :
hmm.. siapanya tebak-tebak buah manggis aja deh he.he

KresnoBlog mengatakan...

Mas Gambarnya bagus saya donlot ya ? (udah donlot baru minta ijin) ^.^ ..terima kasih lho...

si dede jadul punya mengatakan...

idih.. bunga rumput kan gatel!
wakakakakkk

ngatini mengatakan...

ehm..ehm..makasih ya untuk kata2 manisnya..ini adalah kado terindah buatku...
*krik krik krik...kaburrr...*

kapanpun mengatakan...

aku sampe terhanyut membacanya. kayak air seember ditumpahkan di cangkir kopi.. apa saya yang belom mengerti atau kata2nya yang ga bisa dipahami bagi saya yang awam ini...

SUNGUH TERRRRLLLAAALUU

hari Lazuardi mengatakan...

@ kresnoblog :
Makasih udah bertandang dimarih…

@ dede :
Emang sengaja, biar digarukkin he.he asal jangan digaruk KAMTIB aja :D

@ ngatini :
eh dia ngaciir, sandal japitmu kari thien...

@ kapanpun :
akang kalaw mandi sambil minum kopi toh.. :)