Pages

Tampilkan postingan dengan label Passion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Passion. Tampilkan semua postingan

16 Juli 2012

lama tak jumpa..


menyapa dalam jeda
kerinduan yang sama, serupa rasamu dalam benak
setumpuk cerita tak cukup berkata dalam sekali jumpa
ada banyak yang terlewati sekencang angin berlari

belum sempat ku bertanya tetapi ada jawab di wajahmu
senyum yang selalu mengembang seperti biasanya..

sedih dan bahagia itu memang berada di sekeliling
dan senyuman selalu berhasil kamu selipkan diantaranya

kamu, yang suka mengantar senja pulang di tepi dermaga..
dan aku, yang suka menanti terbitnya mentari di atas bukit..

senang bertemu kembali denganmu sahabat..

13 Juni 2008

menyambut pagi


Suatu waktu di tempat itu…begitu tenang…sunyi senyap…
suara alam yang membisu mengiringi keheningan
tak ada semilir angin yang menerpa
hanya udara dingin yang merasuk ke tubuh ini

di suatu sudut pandang…
beberapa saat menjelang puncak gunung ciremai
kami menghentikan perjalanan sejenak
kami tak ingin melewatkan momen indah ini

di timur sana perlahan mentari mulai menyembul di balik lautan awan yang membentang
garis jingga berpadu serasi dengan warna-warna yang dipancarkan sinar cahaya
belum lagi langit bersih di atasnya yang memberikan kelembutan yang bersahabat
tak pelak kami hanya bisa tertegun takjub mengkagumi kebesaranMu Tuhan

mentaripun beranjak lembut mengangkasa menandai kesejukan pagi
menawarkan hari yang cerah untuk dijalani
memberikan harapan baru untuk lembaran-lembaran kehidupan
menghasilkan semangat yang bergelora untuk mengisi hari dengan rasa optimis

kami ingin menyambut pagi itu dengan segala kelapangan …
segala kekuatan do’a
segala kemurnian berfikir
segala kemampuan terbaik
dan segenap kejernihan jiwa raga ini…

19 Mei 2008

kayak kuek


Kalau ada kue yang enak rasanya yaitu kue lapis, entah itu lapis legit atau lapis Surabaya atau lapis baja…nah yang terakhir itu dijamin gigi protol jika memakannya.

Penjagaan berlapis-lapis, aturan semacam itu sudah tidak asing kita dengar terutama menyangkut keamanan gedung-gedung vital Negara, sebenarnya tidak hanya gedung saja yang perlu dijaga dengan pertahanan yang berlapis, ada peralatan vital lain yang juga perlu pengamanan extra ketat dan berlapis tentunya…:)

Mungkin karena luasnya yang cukup besar, orang jadi bertanya dimanakah pintu masuk istana itu, seluas mata memandang tak terlihat arah yang menunjukkan ke arah sana, tempat itu seakan begitu angker untuk didekati saat-saat ini.

Tak nampak celah apabila penjagaan sudah dilakukan dengan tingkat keamanan yang sangat tinggi.

Setidaknya di garis depan kita harus berhadapan dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia baik yang berseragam lengkap maupun yang berseliweran menyaru dengan pakaian preman.

Bukan hanya manusia saja yang menghadang tetapi juga pagar kawat berduripun dipasang sebagai pemain pelapis.

Andaikata berhasil melewatinya hamba hukum lainnyapun siap menghadang, tentu dengan kesatuan yang berbeda.

Itu baru diluarnya saja, masih banyak serangkaian lapisan yang perlu dilalui termasuk kegiatan prosesi protokoler lengkap dengan detector logamnya termasuk cara berpakaian plus alas kaki.

Masih berminatkah atau berpikir ulang sebenarnya mau ke rumah siapa sih kita ini, mau bertemu siapa, ada apa sih di dalamnya, memangnya disana ada obat penawar yang bisa diberikan untuk menyelesaikan segala permasalahan…