Pages

11 November 2008

selalu disana


padang savana menari di hijau yang memanggil
melambai bersama angin yang akan mengantar pada rinai
di kehangatan yang merangkul di sinar mentari
di mekarnya hamparan kelopak bunga

sambutlah musim semi yang datang itu
rasakan keindahan yang ditumbuhkan
di antara keajaiban dan warna-warna yang berpadu serasi
yang akan memberimu sebuah pohon kehidupan terbaik
jagalah kekuatan putihnya, sirami dengan cinta yang banyak
niscaya akan tumbuh pucuk-pucuk daun baru yang mempesona
yang menunggu untuk dirangkai di halaman hatimu

senangnya melihat bunga rumput kini
ketika do'a kebahagiaan yang kupanjatkan itu
kemarin dulu di tepian awan, masih ingatkah kamu...
semoga menjadi jawab dariMu Tuhan...

dan kini lihatlah atap yang menaungi segala bumi yang berpijak
menatap dengan lembut dan sekuat asa memberi biru untukmu
karena memang tempatku di tahta luas
karena aku akan selalu disana...

09 November 2008

10 November






Menelusuri sejarah ditetapkannya tanggal 10 November menjadi Hari Pahlawan maka akan terkenang kembali kisah-kisah heroik dari para pahlawan nasional yang telah memperjuangkan kemerdekaan bagi bangsa ini. Begitu pula yang terjadi di kota Surabaya pada masa-masa penjajahan silam, dimana pekik merdeka yang khas dari Bung Tomo berhasil membakar semangat arek-arek Suroboyo untuk menghunuskan bambu runcingnya dalam menghalau penjajah dari muka bumi tanah air tercinta. Sangat menarik melihat tempat-tempat bersejarah di kota ini, peninggalan-peninggalan itu masih menyisakan keutuhan nilai historis dalam wujud yang diabadikan. Seperti Tugu Pahlawan yang ada di kota Surabaya ini, melihat letaknya yang di pusat kota maka akan memudahkan orang untuk menemukannya. Selain berperan sebagai ikon sebuah kota, Tugu Pahlawan sepertinya bisa juga digunakan untuk penyelenggaraan acara-acara tertentu karena menempati areal yang cukup luas termasuk juga wisata belanja kaki lima setiap minggu pagi atau dapat dimanfaatkan sebagai taman kota yang cukup menyenangkan untuk sekedar berkeliling di pagi atau sore hari.

Dan acara apakah yang diselenggarakan di Tugu Pahlawan pada 10 November ini, sulit atau memang kehabisan ide kah untuk menjadikan momen kepahlawanan agar lebih menjadi sesuatu yang lebih bermakna dan terasa bermanfaat daripada hanya sekedar membuat sebuah hiburan dengan menghabiskan biaya yang tidak sedikit dan mengambil resiko chaos karena mengumpulkan banyak orang...

Tetapi memang itulah yang terjadi, sebuah panggung akan menjadi hingar bingar di Tugu Pahlawan 10 November ini karena beberapa Band papan atas akan unjuk kebolehan.

ah, lagi-lagi hiburan yang dijadikan menu utama untuk memaknai nilai-nilai yang tersirat dari sebuah momen bersejarah yang pernah terjadi di negeri ini...

01 November 2008

PR dari uNieQ


pertami-tami matur suwun atas hantaran awardnya yang diberikan oleh uNieQ, kedua-dua mohon mangap PR yang membuntut di belakang award baru dikerjakan sekarang, semoga tidak dihukum berdiri satu kaki atas terlambatnya mengerjakan PR :)

Award Communitas Indonesia katanya, syaratnya ada lima :
satu, Blogger Indonesia
dua, bukan heacker, penjahat ataupun perusak
tiga, 5 pendapat tentang Indonesia (walau yang up to date kalau tidak diberi topik mah luas banged seluas Indonesia, jadi sesukanya aja kalee)
empat,isi link award yang akan diambil
lima, bukan Blog bersifat Sara/Porn (sereem!!!)

5 pendapat itu :

1. Bersyukur kaki ini menjejak di tanah Indonesia, negeri yang indah, masih bisa menyaksikan pemandangan alamnya yang eksotik.
2. Tetapi pemandangan tak sedap kerap kali juga diperlihatkan oleh beberapa warganya yang katanya menjadi wakil dari rakyat Indonesia dengan dagelan polatik pulitik.
3. Keadilan, masih menjadi barang langka di negeri ini.
4. Hukuman mati, berlakukan juga untuk koruptor segera.
5. dan datanglah kembali masa-masa kejayaan itu yang berselimutkan persatuan anak bangsa serta limpahan Rahmat dari genggamman erat gandengan tangan, karena kita dari akar yang sama...

28 Oktober 2008

singosari town






Dalam setiap perjalanan dari Malang ke Surabaya atau sebaliknya, Singosari adalah salah satu kota yang dilewati, akhirnya aku berkesempatan menyambangi kota itu setelah sekian lama hanya kulewati saja, sasaran tempat yang kutuju tentu saja candi singosari, candi sumber awan dan arca Dwarapala. Terkagumlah diriku melihat ukuran arca Dwarapala yang besar itu juga letak posisinya yang berdampingan di sisi kanan dan kiri jalan raya seperti para penjaga pintu masuk raksasa saja, sedangkan untuk mencapai lokasi candi sumber awan terlebih dahulu harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 400 m yang melewati persawahan, jalan setapak di sisi kali dengan air yang sangat jernih dan juga pohon-pohon pinus yang mengelilingi.

18 Oktober 2008

kelas ekonomi





Tanda berangkat berbunyi ditarik loko berasap menjumpai stasiun persingahan berikutnya, selasar peron di penuhi calon penumpang, berharap cemas karena karcis di tangan tanpa nomor tempat duduk, itu artinya siapa pertama tiba di kursi maka dialah sang empunya kursi. Tak heran kereta yang baru saja tiba diserbu dari berbagai arah dan jendela, berlomba dalam desak dan himpit. Saat kursi telah terisi penuh, berjejal pula orang-orang yang rela berdiri dan hanya bersandar saja di bagian-bagian kereta maupun di antara sambungan gerbongnya, tak ada ruang sedikitpun yang tidak dijejali penumpang beserta barang-barang bawaannya walau di toilet sekalipun... bisa dipastikan isi gerbong telah melewati batas maksimum.

Tahun ini ada pemandangan baru nampaknya, beberapa rangkaian gerbong lama kini telah direnovasi menjadi lebih manusiawi, namun hanya kereta dari beberapa tujuan tertentu saja belum semuanya, terlihat lebih cantik cat dan kursi-kursi yang baru itu, tetapi apakah kebijakan yang diterapkan dan budaya perilaku para penumpangnya juga semakin cantik??? sepertinya desak dan himpit masih akan mewarnai walau gerbong sudah berganti baju, lagu lama yang terus saja berulang tertahun-tahun lamanya, pemandangan yang sama yang selalu menyambangi kelas ekonomi...

kliping yang berdebu





kutemukan guntingan koran ini diantara tumpukkan kliping koran milikku sewaktu tengah asyik membersihkannya dari debu-debu yang sudah mulai menebal, ternyata salah satu karya dari Sapardi Djoko Damono yang dimuat pada koran REPUBLIKA hari sabtu tanggal 2 mei 1998 Hal 13 :

Adam dan Hawa

biru langit
menjadi sangat dalam
awal menjelma burung
berkas-berkas cahaya
sibuk jalin-menjalin
tanpa pola
angin tersesat
di antara sulur pohonan
di hutan
ketika Adam
tiba-tiba saja
melepaskan diri
dari pelukan perempuan itu
dan susah payah
berdiri, berkata
"kau ternyata bukan perawan lagi
lalu siapa gerangan
yang telah
lebih dahulu
menidurimu?"

Pertanyaan Kerikil yang Goblok

"Kenapa aku berada di sini?"
tanya kerikil yang goblok itu. Ia baru saja
dilontarkan dari ketapel seorang anak lelaki,
merontokkan beberapa lembar daun mangga,
menyerempet ujung ekor balam yang terperanjat,
dan sejenak membuat lengkungan yang indah
di udara, lalu jatuh di jalan raya
tepat ketika ada truk lewat di sana.
Kini ia terjepit di sela-sela kembang ban
dan malah bertanya kenapa;
ada saatnya nanti, entah kapan dan di mana,
ia dicungkil oleh si kenek sambil berkata,
"Menggangu saja!"

Ruang Tunggu

ada yang terasa sakit
di pusat perutnya
ia pun pergi ke dokter
belum ada seorang pun di ruang tunggu
beberapa bangku panjang yang kosong
tak juga mengundangnya duduk
ia pun mondar-mandir saja
menunggu dokter memanggilnya
namun mendadak seperti didengarnya
suara yang sangat lirih
dari kamar periksa
ada yang sedang menyanyikan
beberapa ayat kitab suci
yang sudah sangat dikenalnya
tapi ia seperti takut mengikutinya
seperti sudah lupa yang mana
mungkin karena ia masih ingin
sembuh dari sakitnya

09 Oktober 2008

Padamu Rindu


melapisi sepi, menyelimuti seluruh ingin
hanya kata-kata yang mendekapku
aku menjerit dari rindu yang menancap sekian lama
hanya bisa mencipta di samudra mimpi

di tepian awan selalu kutunggu keranjang cerita itu
agar aku bisa membacanya dengan sentuhan rasa
karena kamu menuliskannya lewat mata hati
pada ruang perasaan, kenyataan dan keindahan

rinduku padamu serupa waktu yang berputar terus
seperti yang tidak bisa berhenti...dan dihentikan
bergelora di bayangan yang melayang di tiup angin
di balik tembok tebal setebal perut bumi

membakar kokoh sunyi yang di dewakan ambigu
mengurai rindu menanti sisa mimpi...

07 Oktober 2008

belum berwujud

perjalanan cinta ini memang penuh lika liku
bahkan terkadang sangat licin, juga bisa teramat terjal
penuh perangkap dan jebakan di sana-sini
yang tak hanya menghipnotis tetapi juga menyita habis seluruh persediaan perasaan

tak akan pernah selesai karena memang tak pernah dimulai
tak akan pernah sampai karena memang langkah ini tidak diarahkan kesana

kalau pun ada hati yang berbunga-bunga, keceriaan dan tawa itu adalah benar adanya karena datang dari rasa, tempat paling jujur...

dan wujud yang semu itu pun terlalu prematur untuk dipanggil kembali...